Jadilah Besar Dengan Karya

Tulislah Apa Yang Menurutmu Menginspirasi Orang, Biarkan Orang Cerdas Dari Tulisanmu

Jadilah Besar Dengan Karya

Tulislah Apa Yang Menurutmu Menginspirasi Orang, Biarkan Orang Cerdas Dari Tulisanmu

Jadilah Besar Dengan Karya

Tulislah Apa Yang Menurutmu Menginspirasi Orang, Biarkan Orang Cerdas Dari Tulisanmu

Jadilah Besar Dengan Karya

Tulislah Apa Yang Menurutmu Menginspirasi Orang, Biarkan Orang Cerdas Dari Tulisanmu

Jadilah Besar Dengan Karya

Tulislah Apa Yang Menurutmu Menginspirasi Orang, Biarkan Orang Cerdas Dari Tulisanmu

Monday, 15 February 2016

LGBT lawan pembenci dengan ini.


Image From Google

Pagi ini, kemarin, kemarin dulu dan hampir di setiap waktu selalu ada pembahasan di TV dan media online perihal LGBT. Rupaya isu ini hampir bisa menyayingi isu korupsi yang kian membobol brangkas uang Negara. Saya itu yah, dari SD sampai lulus SMK, selalu punya guru yang LGBT, oke spesifik saja, homoseksual.. kadang-kadang biseksual karena sukanya sama lawan jenis juga. Tapi, saya biasa saja, tak pernah persoalkan hal itu. karna kalo guru saya lagi marah, kadang dia lebih terlihat sadis dari Hitler, tak tanggung tanggung saya di kasih nilai rendah jika bandel.


Nah menyikapi persoalan LGBT, kayakny saya belum tau masuk kategori mana, karena saya adalah orang yang biasa biasa saja, dan rupanya pilihan itu tak diberikan oleh orang-orang. Hanya ada dua opsi yang harus saya pilih, setuju dengan LGBT dan tidak setuju. Jadi sekali lagi hanya itu saja pilihannya, dan saya sama sekali tidak tau menempatkan diri saya dimana. Dan masyarakat lainya pun kemungkinan besar bingung mau jadi hatters atau loversnya LGBT.


Jika saya memilih tidak setuju dan kemudian tiba tiba semua orang di endonesya ini juga jadi tidak setuju, bukan tidak mungkin, para LGBT ini bakal di intimidasi. Namun jika saya memilih setuju dan kemudian satu indonesiapun ikut saya menyetujui, lantas apakah akan terjadi sebuah situasi yang tidak di inginkan oleh masyarakt kebanyakan ?, misalkan dengan tuhan tiba-tiba menurunkan azab ke Negara kita yang Torcinta ini dan bernasib sama dengan zaman nabi Luth ?.


Jadi karena kedua pilihan itu rasanya sama sekali tidak enak untuk di ambil, saya rasa, saya ada di barisan orang yang biasa saja menanggapi kehadiran LGBT. Buat saya yah, LGBT mungkin pada dasarnya bukan penyakit, jadi jika di salahkan kenapa mereka punya orientasi seksualitas yang berbeda, yah tanyakan saja pada Tuhan. Tuhan kenapa ?, …


Yang manusia pahami, pada awal penciptaanya hanya ada laki-laki, kemudian karena merasa tak ada pasangan, kemudian tuhan mengambil tulang rusuknya untuk bahan penciptaan perempuan. Jadi pada dasarnya, yang dipahami masyarakat di dunia ini adalah, bahwa dalam penciptaan manusia pertama kali, hanya ada laki-laki dan perempuan. Lalu LGBT ?


Pada titik ini, mungkin masyarakt perlu memperlajari Sexual Orientation and Gender Identity and Expression (SOGIE). Masyarakat harus bisa membedakan apa itu jenis kelamin, orientasi seksual dan gender. Karena pemahaman yang memadai, membantu dalam pengambilan keputusan, dan dalam keputusan itu, semoga taka da yang dirugikan. 



Dan untuk para kakaw-kawaw, adew-adew, dan temanw-temanw LGBT, kalo bisa jangan terlalu menjadi jadi, dan jangan terlalu banyak menuntut lah. Atau seperti kata senior saya, jangan terlalu Reaktif. Karena pada dasarnya dan sampai kapanpun, kalian itu adalah minoritas. Jadi mau dipaksakan seperti apapun, tetap itu kenyataannya. Jadi selama tidak ada yang melukai kalian, tidak ada yang mendiskriminasi kalian, makan jalani saja hidup kalian dengan mudah.


Sekali lagi, persoalan LGBT jika dibenturkan dengan agama, tetap saja akan kalah dan tak akan menang. Perang benci melawan benci pada akhirnya  hanya akan berakhir tragis, bunuh bunuhan. Karena pada dasarnya, beberapa manusia tidak melihat suatu esensi penciptaan manusia lainnya, untuk itulah, existensi kadang yang selalu disoroti.


Mengkampanykan diri, dengan berteriak teriak dijalanan, menuntuk legalistas, pada dasarya buang buang energy. Ayo teriak dengan karya, sehingga masyarakat tidak hanya melirik dari orientasi seksualitas, namun melihat  kreativitas. Karena sayapun, dalam bentuk apapun dia, jika hal yang dia lakukan positif, maka kenapa tidak saya berteman dengannya ?.
Dan seperti yang kawan saya bilang, kebanyakan para LGBT Indonesia mengadopsi cara cara negara Barat untuk berperilaku dan gaya hidup. Jujur, hal itu akan menambah daftar hal hal yang akan dibenci dari kalian.

 
Cara cara yang pintar memang yang dibutuhkan di dunia yang semuanya serba pintar. Seperti smartphone, smart city dan smart-smart lainya.


Dan bagi saya, walaupun hanya ada dua jenis kelamin di dunia ini yang di pahami, namun LGBT itu mungkin seperti susu dalam menu empat sehat lima sempurna, boleh ada dan tidak adapun juga tidak apa-apa.

Friday, 12 February 2016

LANGGABUWA, So Nonton ?, bo bagini dp pelem ee..



Ini hanyalah sepengal pendapat bodoh saya tentang apa yang saya saksikan pada beberapa jam yang lalu. Tepat pada pukul delapan kurang lebih. Saya dari tempat tinggal saya menuju mall terbesar di Gorontalo. Malam itu entah kenapa saya penasaran dengan film yang akan di tayangkan di bioskop lantai 3 mall tersebut. LANGGABUWA judul filmya. Kalo boleh saya jelaskan sedikit. LANGGABUWA adalah Ilmu bela diri khas Gorontalo yang dimiliki dan dipelajari oleh Perempuan.

Saya saat itu mendapat tempat paling atas, Row A seat 1.sebuah tempat yang bagus bukan ?.

Menurut saya film ini bagus (bukan dari sisi acting dan adegan adegannya), karena film ini mengedukasikan sebuah pemahaman budaya kepada penontnnya, terlebih budaya ini adalah budaya yang kebanyakan sudah banyak yang lupa bahkan kemungkinan tidak pernah tau sebelumnya. Termasuk saya beroo. 

Tapi seperti ada sesuatu yang tidak kren di film ini ?,

Ceritanya terlalu standard dan tak kreativ. Apalagi dibalut dengan acting acting yang terlihat tidak natural. Wajar kali yah, mungkin para aktornya baru pertama kali beradu acting di film layar lebar. 

Memangnya seperti apa sih filmya ?, saya ceritakan sedikit,..

Pada menit pertama film ini dimuali, dibuka dengan adegan perkelahian seorang wanita tua penjual sayuran dengan seorang pria yang bernama Paliboga. Perkelahian itu lalu dimenangkan oleh wanita tua tadi dengan menggunakani Langgabua. “Ini Langgabua namanya”, teriak wanita tua  yang saat itu melihat Paliboga K.O hanya dengan satu jurus saja.

Dan tokoh utama cerita ini adalah Halima, seorang anak sekolahan yang cantik dan pintar, keturuan asli Gorontalo. Disekolah,Halima sering di musuhi oleh pacar dari cowok yang sering mendekatinya, dan Halima selalu mengadukan itu kepada ayahnya. Halima yang saat itu mendapat tugas dari sekolah untuk menggali informasi soal Langgabua, bersama dua temannya mengunjungi sebuah tempat , disana mereka dapat beberapa informasi soal Langabua dan diijinkan melihat sebuah benda pusaka, benda itu hanya bisa dilihat dan di pegang oleh Halima, kedua temannya tadi tiurdak bisa, karena bukan keturunan asli Gorontalo kata si Opa. Benda yang menyala dan bergetar itu membuat Halima tak kuat saat menggenggamnya, hingga Opa menyuruh Halima meletakan benda pusaka itu ketempatnya kembali. Sampai di adegan itu, aku sudah mulai resah dan gelisah, seperti lagu Alm.Crisye.

Mungkin kalian masih ingat beberapa film Indosiar yang sempat heboh pada 2010 kemarin, film-film yang ada naga terbang, burung raksasa dan keris keris yang mampu terbang. Dan coba samakan dengan film ini, kemungkinan besar sama.

Jujur, cerita seperti ini hanya menambah deretan film lucu yang masuk box office, geli geli gimana tak enak saat menyaksikannya. dan bukan tidak mungkin, film ini sebenarnya tak layak masuk Bioskop bersaing dengan film lain yang juga diputar disana. Harusnya dibuatkan saja pemutaran film dilapangan luas dengan mengundang seluruh anggota karang taruna dan masyarakat desa, itu lebih fair dengan menjual tiketnya di XXI.

Apalagi ditambah dengan adegan ibu tiri ibu tirian. Adegan yang menambah film ini jadi tidak menarik, jika film ini dibuat pada saat saya SD, mungkin saya akan suka, tapi tidak di umur yang sekarang. saya sudah banyak melihat dan menonton film film yang ada adegan ibu tiri, dan itu cerita lama yang membosankan.

Tak lebih dari setengah jam saya berada dalam studio, dan memutuskan untuk keluar. Beberapa adegan dalam film ini sangat sangat ,……. (kata kata yang pas sedang dicari agar tidak menyakiti hari para penggemar film ini)

Jika film ini masih ada di Biskop dan kalian ingin menontonnya, saya rekomendasikan gak usah buang buang duit lah, kecuali kalo kamu udah gak tau mo kemana sama pacar kamu. Eh tapi aku juga masih punya ko dua tiketnya, gak kepake, soalnya temen temenku katanya gak mau terjebak di dalam ruang studio dengan totonan yang seperti ini, karena bagaikan obat paramex, film ini dapat menyebabkan kantuk.

Tuesday, 8 December 2015

Alasan Mahasiswa gak pulang ikut PILKADA


Walupun hari ini [9/15] ditetapkan sebagai hari pemilihan kepala daerah, tapi ada juga (Bahkan banyak) pelajar yang mutusin untuk gak pulang ke daerah mereka masing-masing. Bukannya mereka gak mau jadi salah satu penentu nasib kepala daerah mereka, tapi semua ini karena beberapa alasan.

1.       Tugas kuliah
Tugas kuliah adalah salah satu yang paling banyak jadi alas an kenapa mahasiswa gak mau ninggalin kampus. Apalagi hanya karena pilkada yang sehari, ditambah sama kalo para kandidatnya gak di kenal sama mahasiswa tersebut, yah pastilah dia gak bakal pulang. Kenal ajah gak.

2.       Ongkos pulang
Pulang kampong itu kan pasti butuh biaya kan ?, iya gak ?. nah bayangin ajah kalo pulang kampong pake biaya sendiri, hanya buat ikutan pilkada. Ya pasti rugilah, apalagi yang di pilih gak tau apa bisa benerin masalah di daerah atau gak.

3.       Malas
Ada juga beberapa mahasiswa yang berduit, trus gak lagi ada tugas, tapi gak pulang ikutan pilkada. Alasannya pasti, malas. Malas pulang, apalagi kalo harus bolak balik di jalan dalam waktu sehari, capek.

4.       Gak mau pisah sama pacar
Kalo kamu terlalu cinta sama pacar kamu, kadang kamu ingin selalu sama dia, kadang gak mau pisah walau sehari bahkan setengah hari. Nah, mungkin saja para mahasiswa ini juga gak mau pulang karena gak mau pisah sama pacarnya, karena saking cintanya tuh.

5.       Golput
Sudah bisa ditebaklah, kenapa gak pulang, secara mahasiswa yang milih golput ya karena gak mau milih siapa siapa, jadi kalo pulang juga gak ada gunanya.

6.       Gak peduli

Ini tipe mahasiswa yang gak mau tahu apa yang terjadi di daerahnya, yang penting dia makan sama minum secukupnya dan bernafas seperti biasa. Gak mati.

Friday, 6 November 2015

Kisah Bertemu TUYUL

 http://www.harapanrakyat.com/wp-content/uploads/2015/05/tuyul.jpg
Banyak orang yang menghuni planet bergravitasi ini berpikir dengan otak kirinya,melihat suatu hal dengan perhitungan logika. Sulit mempercayai satu hal yang gaib, hal yang tak bisa di hitung dengan rumus matematika.

Akupun begitu, sulit mempercayai hal gaib dalam bentuk apapun. Semua film yang mempertontonkan bagaimana makhluk halus bisa hadir di tengah kehidupan kita hanyalah sebuah hiburan buatku. Tak ada yang benar-benar nyata, menurutku itu hanyalah hasil imajinasi dari sutradara filmnya. Hampir tak pernah kutemukan alasan untuk percaya dengan hal semacam itu.

Jika ada yang menceritakan pernah melihat hantu atau semacamnya, aku selalu bilang itu cerita konyol, cerita yang coba di rekayasa dengan memainkan kata kata, menimbulkan rasa percaya pada diri seseorang. Menurutku dia hanya mencoba memanipulasi titik terlemah target audiencennya ,menggunakan intonasi suara serta mimic wajah yang pas. Tapi tetap, aku terlalu modern untuk cerita tanpa rumus matematika yang jelas seperti itu.

sampai akhirnya aku membaca suatu percakapan dalam grup whatsapp, aku tak berkomentar, yang kulakukan hanyalah membaca percakapan mereka yang terus menyerang titik penasaranku, melumpuhkan pertahananku dan memaksaku untuk bisa masuk dalam cerita itu.
Mereka menceritakan suatu pengalaman unik, pengalaman yang melihat dari dekat sesuatu yang sebelumnya kalian mungkin tidak percaya adanya itu. Bukan, bukan hantu. Ini semacam makhluk kecil yang mungil. Agak lucu sebenarnya bentuknya, tapi serem wajahnya. Ini tuyul.
Iyah, ini soal tuyul. Aku ketik lagi dengan huruf capital biar jelas, INI SOAL TUYUL.
Bagaimana bisa, ? kapan dan bagaimana prosesnya ?

Malam itu, jam dinding berdetak perlahan, berputar sesuai arahnya, jarum pendeknya mengarah ke angka sepuluh, dengan jarum panjang yang sedikit sejajar dengan angka satu. Aku yang duduk mulai berdiri, ikut bersama mereka dalam ekspedisi alam gaib ini. beberapa bahkan merasa tak percaya, dan aku masih dengan pertanyaan yang sama, “apakah benar ada?”.

Aku menyalakan motor, diikuti yang lainnya. Kita menuju TKP, tempat di mana tuyul bisa di temukan. Di bagian depan rombongan, ada senior yang menjadi guide. aku di bagian ke dua dari rombongan, dan di blakangku ada orang-orang dengan rasa penasaran yang sama.
Aku tak menggunakan jaket, pikirku ini tidak akan berlangsung lama. Udara malam itu memelukku dengan erat, menancapkan kedinginan disetiap pori pori kulitku, sesekali aku menggigil. Tapi semangat penasaranku membakarku dari dalam, mencoba menghangatkanku perlahan.

Setelah lama berkendara, Guide di depan berhenti di sebuah pohon besar, gelap dan ada sungai besar di dekatnya. Berpenghuni, tapi semua rumah terlihat sepi, sehingga pikirku memang ini tempatnya. Tempat ideal untuk makhluk seperti mereka (tuyul) berkeliaran.
Sebelum memulai ritualnya, guide ini mengajak kami untuk breafing, isinya adalah sebuah pesan untuk jangan histeris. karena keadaanya akan berubah jika histeris dan lari ke tengah jalan.

Sementara mendengarkan pengarahan guide ini, ada seorang pemuda yang datang menghampiri kami. “Ini ada apa ya ngumpul-ngumpul?”. Guide menengok kearah pemuda ini dan menjawab dengan santai pertanyaanya, “Oh tidak ada apa-apa pak, kita Cuma lagi nunggu teman ini “. Kebohongan pertama seorang guide. Memang aneh juga sebenarnya jika di lihat, bagaimana tidak, segerombolan orang dengan bentuk tubuh yang macam macam , berhenti di sebuah tempat yang agak sepi dan langsung membentuk suatu lingkaran seperti merencakanan pengeboman.

Karena pemuda ini mulai bertanya macam macam, kami memutuskan pindah tempat, tempat ini sudah tidak ideal untuk ritual sesakral ini. kami pindah, mencari tempat lain dengan mengelilingi sebagian kecil kota, dan sampailah pada tempat terakhir. Kali ini tempatnya memang agak ramai karena terletak di kawasan bisnis center (GBC). Konon katanya tuyul lebih banyak berkeliaran di tempat seperti ini karena targetnya lebih banyak.
Setelah turun dari tunggangannya masing-masing, beberapa mulai di tepuk pundaknya sama guide, entah dengan mantra apa aku gak brani Tanya. Satu per satu di tepuk sampai akhirnya giliranku.

pukkkkk……. Aku merasakan getaran. Tubuhku langsung dingin, seakan aku baru saja mengetok pintu gaib dan baru saja masuk selangkah kedalamnya. Degup jantungku meninggi sesaat, darahku terasa mengalir cepat. Aku menelan ludahku, terasa pahit dan agak manis, mungkin efek kopi yang setengah jam lalu aku minum. “oke siap ?”, terdengar suara dari arah guide.

“Tolong jangan ada yang lari ke jalan yah”, sekali lagi guide memperingatkan kami untuk tidak histeris. Aku mulai melangkah, mataku seakan kabur, pandanganku sekan luas. Aku melihat ke atas, bintang bintang seakan dekat, aku merasa seperti berada di dua dimensi, aku seperti terjebak diantara keduanya. Kucoba mengkedip kedipkan mataku dan mulai berdebat dengan bagian lain dari diriku, “kamu siap?”.

Guide mulai memberikan instruksi, “pegangan di tiang ini”. kami memegang tiang papan rambu lalu lintas itu. Kami bagaikan semut semut yang mengerumuni sebatang coklat. Salah satu dari rombongan kami berteriak, “asstagfirulah hal adzim, asstagfirulah hal adzim,”, dia mengulang ngulang kalimat itu. Kemudian ditambah suara dari beberapa orang, “sana ,sana”, “aku mulai takut, kepalaku mulai dingin, darahku mulai mengalir cepat, melewati pembuluh darahku dan sampai akhirnya objek itu terlihat,..

Aku masih tak percaya, sosok itu muncul di depanku.. sosok itu seperti ,,..
Aku tak kuasa melihatnya, aku mulai panic , aku gemetaran, kakiku seakan tak mau beranjak dari tempatku berdiri, aku benar-benar takut..

Mereka(tuyul) memang tak mampu berinteraksi dengan kita, karena dari tujuh gerbang pintu, kami hanya membuka satu gerbang, harusnya masih ada enam lagi. Pada tahap ini, memang kita manusia hanya bisa melihatnya. Untuk bisa mendengarnya, butuh sebuah mantra kunci untuk membuka gerbang dua, tiga jika ingin mendekatinya lebih dekat, empat jika ingin berbicara dengannya, lima jika ingin memahamami bahasanya , enam jika ingin bermain berteman dengannya dan tujuh adalah level terakhir, level kamu bisa memeliharanya, menjadi budakmu.

Aku hanya mampu melihatnya, tanpa bisa mengeluarkan suara, bentuknya jelas.. tak punya mata, hanya bentuk wajah yang terlihat sama dengan kita. Hitam, siluet. Dia tepat di sebuah tempat berwarna kuning, sehingga tubuh hitamnya memang terekam jelas, ..
aku tahu, guide ini telah berdosa mengajakku melihat hal ini. terlebih yang diajak bukan hanya aku. Tak henti-hentinya aku tertawa setelah itu, setelah lama menatapnya, aku sadar bahwa bentuk dari tuyul ini memang tak seseram ilusi yang awalnya aku rasakan,. Bahkan ini lebih dari sekedar mencengangkan. Mereka lucu.

Beranjak dari tempat terlihatnya tuyul itu, aku baru saja mendapat suatu kemampuan untuk mengajak orang lain untuk melihat tuyul tuyul itu lagi bersamaku. Aku berguru pada guide ini cara memantrai orang agar bisa melihat mereka.

Aku baru saja mewarisi ilmu itu, datanglah padaku jika kalian ingin merasakan sensasi perpaduan dunia manusia dengan dunia mereka.

Kalian akan melihat dunia lebih dari sekedar dunia, lebih dari ini. dunia terlihat berbeda setelah malam itu. Aku lebih bisa memilih orang-orang yang bisa di percaya, lebih bisa mengasah kemampuanku untuk percaya pada siapa. Dan inilah efek dari semuanya, efek dari membuka gerbang dunia lain dan membandingkannya dengan dunia yang kupijak sekarang. Dunia mereka jauh lebih tentram,… percaya, ini lebih dari sekedar yang kamu baca.
Kamu ingin mencobanya ?, tak susah menemukan aku.
Bye………..

Teknik kehilangan Mahkota

  http://3.bp.blogspot.com/-uQqSgK0VfOw/UCJgRdRokLI/AAAAAAAAHIY/mGR-_i5C8Gk/s1600/Skull%2BWallpapers%2B6.jpg
Siapa yang tak kenal fakultas teknik, teletak di bagian paling belakang kampus I Universitas Negeri Gorontalo, Teknik selalu membentuk satu identitas yang tidak bisa di tiru oleh fakultas-fakultas yang ada di UNG. Misalkan saja cara berpakaian, fakultas Teknik punya warna pakaian yang hanya ada dua, Putih dan Hitam. Dalam cara penerimaan prajurit baru misalkan, Fakultas teknik menerapkan cara yang terbilang cukup keras. Keras !, bukan kasar!, tolong gunakan kecerdasan anda untuk membedakannya.
 
*Prajurit sebutan untuk mahasiswa baru yang akan menjadi keluarga Fakultas Teknik, yang akan saling menjaga dan berteman lebih dari saudara, istilahnya saudara tak sedarah

Saat ospek pastinya semua orang akan menemukan satu bahkan banyak perbedaan pada konsep penerimaan dan cara perlakuan senior teknik kepada MaBa. Pukul lima pagi, saat itu pastinya mentari belum bisa menerangi sepenuhnya zona Rekayasa fakultas teknik, Zona yang terlihat mencekam ini akan menjadi satu pemandangan menakutkan jika anda jadi salah satu dari ratusan maba. Banyangkan saja, jalanan akan dipadati bendera hitam dari masing-masing jurusan, lambang tekngkorak denga warna kuning akan terlihat dari kegelapan, memecah kedinginan dengan keramnya ketakutan. Gerbang besar yang ditangani oleh desainer fakultas teknik dan dikerjakan dengan sangat rapi akan menjadi satu bangunan termegah pada saat itu.

Bayangkan jika anda menjadi maba, seratus meter dari gerbang kejayaan, anda akan di hadang oleh senior teknik, jangan berharap anda akan di sambut dengan senyum sapa pertamina, karena bentakan dan teriakan akan menjadi pengganti senyum sapa yang anda inginkan. Senior teknik akan menyuruh merunduk, merunduk dan tak akan pernah bisa meluruskan kepala sampai ada perintah luruskan.

Maba akan masuk zona rekayasa teknik saat matahari bahkan belum sarapan dan akan di pulangkan saat mentari kembali terlelap hingga menyisahkan kegelapan. Jadi apa saja yang akan dilakukan maba kurang lebih 12 jam di zona rekayasa ?, yang pasti mereka akan tetap bisa bernafas, bernafas dengan keadaan merunduk. Ospek teknik bahkan tertawa saja akan menjadi sebuah aktivitas haram. Tak ada sesi canda tawa, semuanya dengan ekspresi marah.
Tapi kini semua itu TINGGALAH SEBUAH CERITA, cerita kejaayaan di masa lampau, masa dimana semua masih bisa dikendalikan. Jika kita memasuki gerbang megah penerimaan maba fakultas teknik, bagian dalamnya ditulis ABAD KEJAYAAN. Dua kata yang ditulis dengan ukuran 20cm tersebut menimbulkan beberapa pertanyaan, mengingat bahwa tahun in, 2015, kejayaan benar-benar telah di rebut dari pihak masiswa.

Lalu kejayaan dari apa ?, Kejayaan mahasiswa baru dari penindasan ?, Ya mungkin juga. Tapi bisa jadi juga itu adalah abad kejayaan pihak fakultas yang telah berhasil merampas tahta kekuasaan kerajaan teknik. Dan Mahkota raja itu kini ada di pihak birokrasi, mampukah dewa dewa teknik merebutnya ?
Waiting…

Sunday, 1 November 2015

Tampilan Google hari ini ada simbol-simbol aneh, ini dia simbol-simbonya.



 Jika kamu adalah salah satu pengguna internet, maka kamu pasti tidak akan merasa asing dengan mesin pencari GOOGLE. Google sangat di butuhkan oleh manusia era 2000an, mengingat hampir semua kebutuhan dapat di temukan  dengan hanya mengetikan kata kuncinya saja. Bahkan mungkin setengah dari otak kita adalah google, kerena mencari segala hal disana. Tidak hanya itu saja, google kadang suka memikat kita dengan tampilannya yang unik dan kreatif.


demikian juga dengan tampilannya kali ini, aku membukanya saat jam kuliah pukul 07 pagi tadi [02/11/15], dan aku mendapati google dengan tampilan barunya yang tentunya sangat kreatif menurutku, dengan animasi warna yang berganti ganti antara warna hijau, merah, orange, biru, abu-abu dan hitam, halaman depan google nampak memikat. namun tidak hanya itu, keterpikatanku bertambah dengan adanya atribusi berupa simbol-simbol aneh disana.

Jika kamu telah membukannya(Situs google), kamu pasti tahu ada simbol x dan y digantungkan dihuruf G, kemudian x XOR y pada huruf O dan O selanjutnya ada simbol x OR y dan pada huruf G yang berbentuk dua lingkaran hitam tersusun paralel itu terdapat simbol dan y, simbol ini bermunculan secara bergantian. Pada huruf L terdapat simbol Not y dan selanjutnya pada huruf E juga di gantung simbol yang kali ini adalah simbol  Not x yang seperti simbol-simbol lainya di gantung dengan sebuah kotak.

Namun tidak hanya aku saja yang kagum dengan tampilannya google kali ini , seorang pengguna medsos BBM(Blackberry messager), juga rupanya menunjukan kekagumannya "Google tampilannya unik, kek gerbang And,Xor, or, dll ia gerbang logic", kata dia dalam postingannya.

 Lalu apa sih sebenarnya arti dari simbol-simbol ini, ?
Rupanya simbol-simbolnya ini ada kaitannya dengan Gerbang Logika. kalo kamu pernah belajar Gerbang Logika, kamu pasti tau arti dari simbol-simbol ini.

Nah jika pada bulan ini google telah mengganti tampilannya dengan sekreatif itu, apakah kamu tak ingin mengikutinya ?, Misalkan mengubah diri kamu menjadi sedikit lebih menarik dari bulan kemarin, apalagi sekarang orang-orang lagi ramai memperbincangkan November Wish, nah apa November Wishnya kamu ?

Tutup mata dan Make a wish sekarang !

Sunday, 25 October 2015

Gorontalo Blur


Untuk membakar lemak yang tertumpuk selama sepekan, aku meluangkan waktu untuk jogging, dan hari ini, minggu, seperti biasa aku bangun pada pukul 04:00. Aku sudah merencanakan untuk lari pagi di gelanggang Nani Wartabone Kota Gorontalo, tempat ini menjadi tempat favoritku dibanding lapangan Taruna Remaja yang berjarak kurang lebih 5 Km dari tempat tinggalku. Sebelum menuju gelanggang, aku menyiram kopi susu andalanku untuk kuseruput pelan pelan sembari menunggu panggilan tuhan berakhir (Adzan), sebenarnya aku juga malu pada tuhan, kenapa aku mengabaikan panggilannya, tapi yasudahlah , aku lagi tak ingin membahas soal keimanan dan konsep dasar beragama.



kuseruput kopi hitamku yang sedikit terasa pekat ini pelan-pelan, kunikmati setiap tetesan yang melewati rongga-rongga tenggorokanku, kadang aku suka menekan langit langit mulutku dengan lidah sambil menelan ludah, beberapa kali ku ulangi hal yang sama sampai gelasnya kosong dan hanya ada bekas hitam kecoklatan.


Habisnya kopi pekat susu ini menandakan aku harus bangkit dari posisi wenakku, saat itu kegelapan mulai terpinggirkan oleh atom atom cahaya yang memasuki atmosfer semesta. Aku memakai sepatu-jaket-headset dan langsung menghidupkan kendraan roda duaku, aku biarkan kendaraan yang sudah 4 tahun bersamaku ini sedikit menanaskan dirinya sebelum aku tunggangi, karena layaknya manusia, untuk banyak beraktivitas dia juga butuh pemanasan.


Dua menit berakhir, aku meremas gas kendraanku dan Breeeeeem, aku lepas landas. Jarak gelanggang dari tempat tinggalku sekitar 2 Km, dan dalam perjalanan aku memandangi langit pagi itu dan “Wey, Kinapa ba Blur bagini langit ?”, pertanyaan pertamaku terlontar. Dalam perjalanan tak henti-hentinya aku memandangi langit kala itu, beberapa jawaban di berikan oleh otakku untuk menjawab pertanyaan yang dibuatnya sendiri. “Ini kan masih pagi, jadi mungkin ini kabut !”, kucoba tuk berpikir positif.

Kemudian aku mencoba menghirup udaranya, berharap menemukan bau pembakaran untuk membuktikan spekulasiku bahwa jangan-jangan ini kabut asap pembakaran hutan. Aku mulai memikirkan beberapa hal saat mengendarai sepeda motorku, aku mulai terpikir sama kabut asap Kalimantan, aku mulai membayangkan bagaimana jika kabut asap disana ingin menjajah Gorontalo juga. Lalu kemudian aku mulai teringat salah satu status yang kubaca pada dua hari yang lalu, status yang di tulis di laman facebook tentang ketakutan seorang ibu jika Gorontalo dijajah kabut asap seperti Kalimantan.


“Berpikir keras bila Gorontalo bernasib sama dengan Kalimantan dan Sumatera, kami harus mengungsi ke mana? Jalur penerbangan ditutup, naik kapal sama saja.Kalau kami panik, bagaimana dengan mereka di sana? Pasrah?. Gorontalo sedang diberi waktu untuk belajar, jangan sampai perusahaan sawit yang masuk bertambah. Api sudah menjalar ke hutan-hutan lindung, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dan Hutan Nantu. Dunia riuh karena satu planet sedang mengamuk.”


Seperti halnya Ibu itu, Aku juga sebenarnya takut jika hal yang terjadi disana (Kalimantan) terjadi juga disini (Gorontalo). Entah akan bagaimana keadaan kita kalo itu terjadi kawan-kawan, untuk itu, aku selaku orang biasa yang tak punya apa-apa dan sama sekali tak punya kedudukan penting, memohon kepada kalian untuk tidak membakar hutan, melarang jika melihat dan memadamkan jika merasa berkewajiban.

Jangan b’bakar bakar lagi wuaa,,

Foto Ilustrasi Kabut asap